Unggah Fauzi Baadila di media sosial yang menaruh kata 'janda' sebagai kata teratas yang mengganggu hidupnya menyakiti para perempuan yang tergabung dalam sebuah komunitas seperti Save Janda. Mereka menilai Fauzi mendiskreditkan perempuan yang sudah berstatus janda sebagai perempuan penggoda.
Akibat takut stigma negatif janda, banyak perempuan yang terpaksa bertahan dalam pernikahan yang penuh Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Fakta ini sungguh menyedihkan dan menyakitkan. Namun sayang publik figur terkadang tak paham situasi dan kondisi seperti itu.

Politisi pemerhati isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Firliana Purwanti mengatakan, korban KDRT, 70%-nya memilih kembali ke pernikahan toksik mereka. Mereka memilih kembali berada di lingkaran setan tersebut dengan alasan ekonomi, anak, termasuk karena takut diberi label baru yaitu janda.
"Banyak janda yang akhirnya memilih disebut orangtua tunggal atau menyembunyikan status barunya, karena takut dipandang oleh masyarakat luas secara negatif," katanya.