Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Curahan Hati Pengelola Travel, Harus Jualan Dim Sum dan Jus Demi Dapur Ngebul

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Sabtu, 13 Juni 2020 |14:09 WIB
Curahan Hati Pengelola Travel, Harus Jualan Dim Sum dan Jus Demi Dapur <i>Ngebul</i>
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

SALAH satu bidang bisnis yang sangat terdampak dari pandemi Covid-19 ini adalah pariwisata. Ketika seluruh akses ditutup, maka tak ada wisatawan sama sekali yang berlibur.

Oleh karena itu, tak sedikit bisnis travel yang gulung tikar. Para pengusaha travel pun harus putar otak agar bisnis mereka bisa bertahan, seperti yang dilakukan oleh Yunita. Meskipun masih belum gulung tikar, tapi memang tak ada satu pun konsumen yang datang.

Kondisi ini sudah ia rasakan sejak 15 April. Momen itu juga menjadi perjalanan terakhir travelnya yang berbasis di Surabaya beroperasi. Selebihnya berhenti total, sejalan dengan status PSBB Surabaya, Jawa Timur.

"Itu pas 15 April, masih ada tamu main ke Batu dan mau nggak mau mereka semua mesti pulang di tanggal itu juga. Kami repot banget ngurus kepulangannya karena dalam situasi terdesak," cerita Yunita saat dihubungi Okezone.

pengusahan travel

Travel Kumbang yang ia kelola pun secara terpaksa mesti menghentikan rencana perjalanan untuk 3 perusahaan yang sudah 'taken'. Mau nggak mau urusan 'refund' mesti Yunita urusi. "Benar-benar setelah itu kami tidak ada pemasukan sama sekali, benar-benar tidak ada," keluhnya.

Karena perut mesti terus diisi, alhasil kini Yunita mesti memutar otak untuk tetap menghasilkan pemasukan. Alhasil, jualan dim sum dan jus buah pun dia jabani.

Modal usaha pun dari uang tabungan yang terus menipis setiap bulannya. Terlebih, keuntungan berjualan dim sum itu tak begitu besar. "Ya, palingan 35 ribu sudah digabung sama untung jualan jus buah," katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement