SEJAK pandemi Covid-19 melanda Indonesia, harga jahe sempat melonjak. Karenanya masyarakat megonsumsi jahe guna meningkatkan daya tahan tubuh.
Selain itu, jahe juga terkenal dengan fungsinya yang bisa memberi kehangatan tubuh. Tak hanya itu saja, ternyata jahe juga punya segudang manfaat untuk sistem pencernaanmu.
Kira-kira apa saja? Dilansir Okezone dari Today, Kamis (11/6/2020), simak uraian berikut ini ya.
Baca Juga: Mau ke Pasar saat Pandemi Covid-19? Simak Tips Dokter Reisa Broto Asmoro
Mengatasi gangguan pencernaan

Sebagian besar masyarakat memang sudah mengetahui akan penggunaan obat jahe yang paling populer seperti mengobati sakit perut.
Jahe meningkatkan pengosongan lambung, yang pada membantu mengendalikan sakit perut, kembung dan gas. Juga bermanfaat untuk membantu wanita hamil.
Suplemen jahe biasa tidak dianjurkan pada kehamilan karena tidak diketahui bagaimana hal itu dapat mempengaruhi bayi yang sedang berkembang. Namun, wanita hamil yang diberi 1 gram jahe per hari, dalam satu penelitian, mengalami penurunan mual dan muntah, efek anti-mual yang mungkin dapat bermanfaat bagi siapa saja.
Membantu proses metabolisme
Merasa lebih baik setelah mengonsumsi jahe merupakan nilai tambah, bahkan jahe dapat membantu mengurangi faktor risiko jangka panjang.
Beberapa penelitian internasional menunjukkan jahe dapat membantu mengatur kolesterol, glukosa darah puasa, dan tekanan darah. Jahe juga dapat membantu mengurangi nafsu makan dan satu studi menunjukkan bahwa itu mungkin telah membantu peserta dengan upaya penurunan berat badan.
Meredakan peradangan
Jahe juga memiliki sifat anti-inflamasi, yang juga sedang dipelajari sebagai potensial pengobatan kanker. Sebuah studi kasus menunjukkan bahwa jahe membantu dapat mengurangi pertumbuhan tumor, sementara studi lain menunjukkan pengurangan banyak penanda peradangan di usus besar, yang penulis sarankan dapat mengurangi risiko kanker usus besar.
(Dewi Kurniasari)