Pandemi virus corona atau Covid-19 telah memasuki babak baru. Masyarakat Indonesia kini diharuskan beradaptasi dengan situasi yang disebut New Normal.
New Normal sendiri mengacu pada perubahan perilaku atau kebiasaan yang disesuaikan kondisi pandemi saat ini. Itu artinya, masyarakat dapat beraktivitas atau menjalankan kegiatan seperti sedia kala, namun harus memperhatikan peraturan atau kaidah-kaidah yang telah dianjurkan pemerintah.
Dimulai dari menjaga jarak sosial, menerapkan pola hidup sehat dan bersin seperti rutin mencuci tangan, dan selalu mengenakan masker bila beraktivitas di luar rumah.
Sejak isu New Normal ini, sudah ada beberapa wacana yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia, termasuk mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah. Hal tersebut rupanya menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi para orangtua siswa. Seperti yang diungkapkan oleh Agnes Aprilia.

(Foto Ilustrasi)
Ibu satu anak itu mengatakan bahwa sampai detik ini dia masih belum mengizinkan sang buah hati tercinta untuk kembali beraktivitas dan mengikuti kegiatan belajar di sekolahnya. Terlebih mengingat usia anaknya yang masih terbilang sangat belia.
"Kebetulan karena anakku masih TK dan baru seharusnya masuk SD pada Juli nanti, aku pribadi rencananya tidak mengizinkan dia masuk sekolah sampai awal tahun," kata Agnes saat dihubungi Okezone via sambungan telefon, Kamis (28/5/2020).
Lebih lanjut Agnes menjelaskan, untuk anak-anak yang masih terbilang di bawah umur, melepas mereka di tengah pandemi Covid-19 ini justru lebih berisiko mengingat pola pikir mereka belum terbentuk.
Lain halnya bila sang anak sudah beranjak remaja. Tentu mereka dapat memilah hal-hal yang baik maupun buruk, serta sudah memiliki rasa tanggung jawab.
"Anak kecil itu belum tau kalau ada orang yang bersin di sekitar mereka, atau harus rutin mencuci tangan dan menjaga kebersihan. Mereka cuci tangan mau makan kan biasanya ketawa-ketawa dulu, kalau 1 orang pilek, satu kelas pilek. Makan siang pun saling icip-icip makanan temannya," ungkap Agnes.
"Lain halnya kalau mereka sudah SMP, pola mikir dan rasa tanggub jawabnya sudah terbentuk," timpalnya.
Toh, kegiatan belajar mengajar juga masih bisa dilakukan di rumah. Tentu saja kegiatan tersebut tetap harus mendapat bimbingan dan langsung di bawah pengawasan orangtua.