Wanita yang gemar mengajak masyarakat untuk sering mengonsumsi ikan tersebut mengaku kalau orang Indonesia sering menganggap ikan sebelah adalah ikan murah. Ia mengatakan ikan sebelah kebanyakan dijadikan gereh, atau ikan asin.
“Ikannya enak banget kalo di pepes. Nanti saya suruh anak anak bikin pepes. Kemudian, ini ikan laut yang paling mahal. Ikan laut yang paling mahal adalah bawal putih,” sambung Susi.

Menurutnya satu kilogram ikan bawal putih seberat 3-5 ons sebelum virus corona menyerang, harganya bisa mencapai Rp500 ribu. Sementara untuk yang beratnya lima ons ke atas harganya bisa sampai Rp500-1 juta per kilonya.
“Tapi sekarang ada corona cuma Rp200 ribu, sekira Rp250 ribu dari yang tadinya Rp500 ribu, cuma separuhnya. Kemudian, ini juga ikan enak. Ikan trevally, jenis jenis trevally. Ini ikan luar biasa enaknya. Ini di Pindang Saat kita bilangnya,” cetusnya.

Susi menjelaskan bahwa Pindang saat dimasak menggunakan gula merah, dan sedikit asem jawa. Setelah direbus ikannya digoreng menggunakan sedikit minyak. Selain bermacam-macam ikan, wanita nyentrik ini juga membeli beberapa macam kepiting untuk santap sahurnya.
“Ada lagi, kepiting. Kepitingnya rajungan. Ini namanya gombar, jenis rajungan merah. Hari ini, pendapatan nelayan agak lumayan. Ini mancing semua bukan dapet jaring. Pancing itu modalnya tidak banyak. Kalau mau yang hidup di pinggir pantai, mancinglah. Dapat hasil seperti ini, paling tidak makan di rumah,” tuntasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.