Pandemi virus corona membuat lebih dari 100 ekor gajah yang dipelihara di kamp-kamp komersial dan tempat-tempat suci di Thailand tidak memiliki pekerjaan alias menganggur. Biasanya gajah-gajah ini memberikan hiburan bagi para wisatawan yang datang.
Ketika jumlah wisatawan asing yang berkunjung berkurang drastis selama pandemi virus corona, kamp-kamp komersial yang mengandalkan kunjungan wisatawan mengalami kesulitan untuk memberi makan gajah-gajah tersebut. Akhirnya mereka memulangkan gajah-gajah itu ke habitat asal mereka.

Jarak tempuh ke habitat para gajah itu sejauh 95 mil. Gajah-gajah dan para pawangnya pulang ke habitat asal gajah dengan berjalan kaki beriringan. Bahkan polisi sempat menutup ruas jalan-jalan yang dilewati para gajah yang pulang kampung tersebut.
Yayasan Save Elephant di Provinsi Utara Chiang Mai mendukung penggalangan dana untuk memberi makan hewan yang masih berada di taman wisata. Mereka juga telah mempromosikan rumah gajah yang akan membuat mereka menjadi lebih mandiri.
Sebagaimana dilansir dari New York Post, Jumat (8/5/2020), sejak bulan lalu gajah-gajah ini berbaris dari seluruh Chiang Mai menuju ke kampung halaman mereka di Mae Chaem.
Mae Chaem adaah tempat para anggota etnis minoritas Karen yang secara tradisional memelihara gajah-gajah di desa mereka.
Sadudee Serichevee, yang memiliki empat gajah di distrik Mae Wang di Chiang Mai, mendirikan taman kecil Karen Elephant Experience-nya sendiri. Ia membawa gajah-gajahnya dari Mae Chaem Ban Huay Bong.
Tetapi saat krisis virus corona terjadi, ia dan istrinya tidak lagi mampu membayar biaya untuk memberi makan gajah-gajah peliharaannya itu. Apalagi gajah makan rumput dan sayuran sebanyak 660 pon atau 330 kilogram sehari.
"Awalnya saya pikir situasinya akan kembali normal dalam satu atau dua bulan. Namun pada akhir April, saya kehilangan semua harapan,” kata Sadudee kepada Associated Press.
Akhirnya ia dan istrinya memutuskan untuk membawa rombongan beranggotakan 11 ekor gajah mereka untuk kembali ke tempat asal mereka. Ia berharap para pemilik gajah lainnya melakukan hal yang sama sepertinya guna menyelamatkan gajah-gajah supaya tak kelaparan.
"Gajah-gajah ini tidak memiliki kesempatan untuk kembali ke rumah mereka selama 20 tahun. Mereka tampak sangat bahagia ketika tiba di rumah, mereka membuat suara-suara bahagia, mereka berlari ke sungai di dekat desa dan bersenang-senang bersama dengan anak-anak kami,” terang Sadudee.