Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Langgar Aturan Lockdown, Turis di India Tulis Surat Permintaan Maaf 500 Kali

Pradita Ananda , Jurnalis-Kamis, 30 April 2020 |09:31 WIB
Langgar Aturan Lockdown, Turis di India Tulis Surat Permintaan Maaf 500 Kali
Ilustrasi turis di India (Foto : AFP)
A
A
A

Tidak lama setelah Italia, sejak akhir Maret 2020 lalu India menjadi salah satu negara yang juga secara cepat menerapkan aturan lockdown sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19.

Sudah diberlakukan aturan lockdown, tetap saja ada masyarakat yang nekat melanggar aturan lockdown. Namun kali ini aturan lockdown tersebut bukan dilanggar oleh warga setempat, tetap malah dilanggar oleh sekelompok turis yang tengah berada di India.

Para wisatawan dari Israel, Meksiko, Australia dan Austria tertangkap sedang berjalan-jalan di area Rishikesh. Padahal dengan aturan lockdown seluruh warga termasuk para turis yang sedang di India tidak diperbolehkan keluar rumah kecuali untuk urusan sangat penting seperti ke supermarket atau membeli obat.

Nekat keluar rumah dan berjalan-jalan, menurut keterangan petugas polisi setempat, Vinod Sharma para turis bandel tersebut dihukum dengan menuliskan surat permintaan maaf sebanyak 500 kali yang berisi kalimat "I did not follow the rules of lockdown so I am so sorry", seperti dikutip Straitstimes, Kamis (30/4/2020).

Turis di India

Vinod menambahkan, lebih dari 700 turis asing dari berbagai negara, Amerika Serikat, Meksiko, dan Israel telah melanggar aturan lockdown yang berlaku. Maka dari itu, hukuman tidak biasa yakni menulis permintaan maaf sebanyak 500 kali diberikan dengan maksud memberikan para wisawatan asing bandel tersebut pelajaran.

Lebih lanjut, agar para turis asing di India tidak bisa sembarangan hotel atau penginapan mereka, petugas kepolisian India mengatakan kepolisian akan mengarahkan hotel-hotel di daerah tersebut agar para wisatawan asing hanya boleh keluar hotel jika didampingi oleh petugas setempat. Jika ada perusahaan yang tidak mengikuti perintah, maka dapat diproses secara hukum.

Sementara itu, untuk pemberlakuan lockdown, Perdana Menteri India memperkirakan India akan memperpanjang masa lockdown hingga dua minggu ke depan. Untuk kasu COVID-19, data per Minggu 22 April 2020 tercatat ada lebih dari 8300 kasus COVID-19 dengan angka kematian sebanyak 273 orang.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement