Situasi pandemi COVID-19 bagi masyarakat Indonesia adalah sesuatu yang baru. Pengalaman baru bagaimana menghadapi pandemi, bagaimana kita akhirnya harus terpaksa belajar, bekerja dan beribadah di rumah, tidak boleh mudik dan berpergian baru dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
Di situasi seperti saat ini, tiba-tiba kita merasa sangat membutuhkan. Banyak yang merasa putus asa untuk mendapatkan hal-hal yang bersifat kenyamanan. Lalu karena empati kemudian muncul banyak tindakan tolong menolong.
Mulai dari berbagi persediaan makanan atau sekedar memberikan rasa nyaman kepada orang lain. Ingat bagaimana warga Wuhan dan Italia saling menguatkan, memberikan dukungan satu sama lain di saat lockdown dengan cara sederhana yakni bernyanyi bersama dari atap atau balkon rumah masing-masing dan meneriakan kata-kata pembakar semangat satu sama lain.
Inilah yang disebut dengan rasa empati, perilaku altruistik yang sebetulnya sudah terjadi dan dirasakan di saat situasi krisis sebelumnya seperti bencana banjir, badai, dan sebagainya.
