Terlepas dari catatan khusus untuk berhati-hati, Leonardo Setti dari Universitas Bologna Italia selaku yang memimpin penulisan studi penelitian ini mengungkapkan sejatinya memang penting untuk bisa menentukan apakah virus corona SARS-CoV-2 bisa dibawa lebih luas dan jauh oleh polusi udara atau tidak.
“Saya seorang ilmuwan, dan saya khawatir jika saya tidak mengetahuinya. Jika kita tahu, maka kita bisa menemukan solusinya. Tapi jika kita tidak tahu, kita hanya bisa menderita karena akibatnya,” ungkap Leonardo.

Jika dihubungkan dengan penelitian yang ada sebelumnya, penelitian ini memang tidak dibuat-dibuat. Seperti dilaporkan Guardian, karena penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa partikel polusi udara mengandung mikroba dan bahwa polusi kemungkinan membawa virus yang menyebabkan flu burung, campak pada jarak yang cukup jauh.
Sementara menurut laporan dari situs berita Weather, studi sebelumnya yang ada di medRxiv sebagai server pracetak untuk ilmu kesehatan juga telah menemukan, orang yang terpapar pada tingkat polusi udara tinggi lebih berisiko meninggal akibat COVID-19. Demikian seperti dilansir Usatoday, Rabu (29/4/2020).
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.