RUMAH sakit menjadi tempat penularan berbagai macam penyakit, termasuk virus corona. Masyarakat diminta untuk memanfaatkan telemedicine ketika ingin berobat ke dokter dengan penyakit apapun.
Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan, telah menyediakan layanan konsultasi medis via online atau disebut telemedicine. Layanan berbasis teknologi ini tujuannya untuk menjamin kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dapat dijalankan secara efektif.

"Konsultasi medis via online atau telemedicine ini kan mampu mengurangi kunjungan rumah sakit, sehingga kemudian bisa mengurangi risiko terjadinya penularan," ungkap Yuri saat Press Conference di BNPB Jakarta, Selasa (28/4/2020).
Dikatakan Yuri, sudah lebih dari 300 ribu warga Indonesia yang telah memanfaatkan telemedicine. Ini menjadi sangat penting dalam rangka membantu memberikan informasi yang benar, pemahaman yang benar yang nantinya bsia menanggulangi penyebaran COVID-19.
Masyarakat tidak harus datang ke rumah sakit atau bertemu fisik dengan tenaga medis dan dokter. Telemedicine tentu akan berpengaruh terhadap beban rumah sakit.
"Semakin banyak pasien yang sakit dan harus dirawat maka akan semakin berat beban kita untuk menurunkan jumlah kasus dan yang meninggal akibat COVID-19," katanya.
Sementara itu, data terakhir yang dikeluarkan BNPB per Selasa (28/4/2020), jumlah kasus positif corona di Tanah Air telah menyentuh angka 9.511 kasus, dengan 1.254 di antaranya dinyatakan sembuh, dan 773 orang dilaporkan meninggal dunia.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.