Dunia masih terus berupaya melawan virus corona COVID-19. Penelitian pun terus dilakukan, mulai dari mencari perawatan terbaik hingga obat pembunuh virus.
Nah, bicara penemuan terbaru dalam upaya mengatasi pandemi COVID-19, peneliti Belgia baru saja menemukan fakta, di dalam darah llama terkandung antibodi yang dipercaya mampu melawan virus corona COVID-19.
Menurut laporan International Business Times, studi baru ini dilakukan oleh para ilmuwan di Vlaams Institute for Biotechnology di Ghent, Belgia. Selama penelitian, para ilmuwan menemukan bahwa molekul dalam darah keluarga unta (Llama termasuk di dalamnya) dapat digunakan untuk mengembangkan obat melawan virus corona.
Menjadi catatan, teknik ini sudah dikatakan efektif dalam melawan pandemi MERS (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). Untuk COVID-19, masih perlu dilakukan pengujian lebih lanjut.

Dalam laporan tersebut diterangkan, antibodi dalam darah Llama membantu menargetkan virus mikroskopis secara lebih efektif dan tepat. Dikenal sebagai teknologi nanobody, antibodi semacam ini pertama kali digunakan pada pasien AIDS di 1980-an.
Penelitian terkait ini pertama kali dipublikasi oleh Brussels yang awalnya menemukan sifat-sifat inovatif dari antobodi Llama. Nah, laporan terbaru mengungkapkan, nanobody ini dapat digunakan secara efektif untuk membunuh virus corona yang menginfeksi tubuh manusia, lapor Sunday Times.
Selain, Llama, hewan lain yang diuji coba dalam penelitian ini adalah musang dan hamster. Penelitian lanjutan ini dilakukan oleh peneliti Korea Selatan.
Dalam laporan ilmiah mereka, diketahui bahwa cara merespons virus dalam tubuh musang dan hamster sama dengan manusia. Karena hal itu, para ahli percaya dua hewan ini dapat digunakan untuk menguji kemanjuran obat anti-coronavirus.
Di lain sisi, penggunaan antibodi Llama sebagai upaya penelitian bukan pertama kali dilakukan. Beberapa tahun lalu, para peneliti di Institut Pasteur, Inserm, CNRS, CEA, Pierre & Marrie Curie, dan Paris Descartes Universities , dan Rosche, telah menyarankan bahwa antibodi Llama dapat digunakan untuk mendeteksi lesi otak.
Para ahli yang ikut serta dalam penelitian ini juga mengungkapkan, antibodi Llama mampu mendiagnosis penyakit Alzheimer secara efektif.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.