KITA memang dianjurkan untuk mencuci tangan sebelum makan, tapi memang di beberapa tempat makan kita hanya disuguhkan air dalam wadah, atau yang kerap kita kenal dengan istilah kobokan.
Memang, tidak semua restoran atau warung makan pinggir jalan memiliki wastafel untuk mencuci tangan. Rata-rata hanya memberikan pelanggan ‘air kobokan’ di dalam mangkuk berisi irisan jeruk untuk membersihkan tangan. Efektifkah langkah tersebut?
Dokter Mulia Suryandari, MKM mengatakan cuci tangan sekadar menggunakan kobokan tidak berarti, apalagi air yang digunakan tidak mengalir.
"Untuk mengatasinya usahakan kalau jajan di pinggir jalan atau restoran, minimal membawa cairan antiseptik atau hand sanitizer dengan kadar alkohol 70%. Dengan begitu bakteri dan kuman yang ada di tangan bisa terbunuh,” jelas dr Mulia.
Memang, air mengalir membantu membuang bakteri dan virus yang telah mati atau tidak aktif yang menempel di tangan karena penggunaan sabun. Bagian sela-sela jari dan kuku juga tak boleh terlewat karena bisa menjadi sarang bakteri, bukan hanya menempel di telapak tangan. Selain itu, mencuci tangan harus dilakukan paling tidak selama 20 detik.
