Tak hanya itu, beberapa waktu lalu, seorang pria berusia lanjut juga dilaporkan kesulitan mendapatkan perawatan medis, setelah kurang lebih 40 klinik menolaknya. Lagi-lagi, dia juga diduga mengalami gejala virus corona COVID-19.
Menanggapi hal tersebut, Japanese Association for Acute Medicine dan Japanese Society for Emergency mengatakan, sejumlah rumah sakit di Jepang memang diketahui menolak memberikan bantuan emergensi kepada pasien yang menderita stroke, serangan jantung, dan cedera eksternal.

Sementara itu, terkait penanganan pandemi COVID-19, pemerintah Jepang menurut laporan Independent, Senin (20/4/2020), pada awalnya telah melakukan upaya pencegahan dengan mencari kelompok yang diduga telah terinfeksi virus corona di sejumlah tempat, dan biasanya di ruangan tertutup. Mulai dari klub dan tempat pertemuan lainnya.