Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Suara Hati Dokter di Tengah PSBB: Gue Mohon Banget Jangan Keluar Rumah

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Sabtu, 18 April 2020 |09:21 WIB
Suara Hati Dokter di Tengah PSBB: Gue Mohon Banget Jangan Keluar Rumah
Ilustrasi. Foto: Shutterstock
A
A
A

PEMERINTAH Indonesia saat ini telah menerapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa kota, salah satunya di Jakarta. Meski demikian masih banyak masyarakat yang menjalani aktivitasnya di luar rumah.

Pelanggaran terhadap PSBB tentunya berpotensi meningkatkan penularan virus corona (COVID-19). Padahal jumlah kasusnya masih bertambah dari hari ke hari.

Data terbaru pada Jumat 17 April 2020 sebanyak 5.516 warga terinfeksi atau bertambah 380 dari hari sebelumnya. Sementara yang sembuh mencapai 548 pasien dan yang meninggal dunia 496 orang.

Peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 tentunya berdampak pada para tenaga medis yang berjuang di garda terdepan untuk mengentaskan penyakit ini. Hingga sekarang Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat ada 23 dokter yang terdaftar meninggal karena COVID- 19 saat bertugas.

Lebih lanjut mengenai kurang disiplinnya warga dalam penerapan PSBB, sebagian tenaga medis menyayangkan hal tersebut.

Contohnya dr. Ai Gozali, SpP, MD yang bekerja sebagai Spesialis Paru di Lampung, baru-baru ini menuliskan isi hatinya melalui tulisan yang diunggah ke akun Instagram @aigozali06.

"Bagaimana kalau gue ketularan. Bagaimana kalau gue enggak ketularan, tapi jadi carrier. Padahal istri gue lagi hamil dan kami sedang menanti anak kami lahir di tengah pandemi ini,” tulisnya.

Dokter Ai pun meminta masyarakat supaya tertib menerapkan PSBB. Ia berharap masyarakat untuk tidak berpergian karena berpotensi tertular corona dan berpotensi juga menularkan penyakit tersebut ke orang lain.

Ia juga memohon doa untuk tenaga medis yang berjuang melawan virus corona. “Doakan kami para staf medis," tulis dokter Ai.

"Jangan pernah sentuh muka sebelum mencuci tangan. Gue mohon banget enggak usah keluar rumah dulu kalau gak penting banget, apalagi keluar kota. Demi membantu memutus rantai penularan,” tambahnya.

Hal senada pun dirasakan Cindri Wahyuni, yang merupakan istri dari mendiang musisi Muhammad Awal Purbani alias Bani Seventeen. Ia mengatakan profesinya sebagai dokter, membuatnya harus berhadapan dengan orang dalam pengawasan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) dari pandemi COVID-19.

Melalui akun media sosial Instagram-nya @cindriwhy, janda cantik ini secara terus terang mengaku khawatir dan takut. Terlebih apabila suatu saat nanti harus jatuh sakit akibat tertular virus yang mematikan tersebut. Terlebih, sebagai seorang single parents ia harus mengurus kedua orang anaknya.

"Aku single mom dari dua putri yang sehat, cantik dan lincah. Sebagai dokter di garda terdepan, setiap hari menerima ODP dan PDP dari wabah COVID-19. Sedih rasanya jika aku nanti sakit tertular virus yang jahat ini," terang Cindri.

Sama dengan pendapat dr. Ai Gozali, Cindri menilai saat ini masih banyak masyarakat yang tidak disiplin menerapkan PSBB. Mereka berkeliaran di luar rumah tanpa kepentingan, padahal pemerintah telah mewajibkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah untuk menghindari penyebaran virus.

“Jakarta diliburkan bukannya pada diam di rumah, ini malah berbondong-bondong pada mudik ke kampung halaman. Jalan-jalan ke mal, karena mal di sini pada sepi, dengan bangganya berfoto asyik di tempat-tempat wisata lainnya. Tolonglah kalian itu manusia yang seharusnya punya hati nurani,” tulisnya.

Dalam curhatannya Cindri memohon agar masyarakat untuk menahan diri, tetap berada di dalam rumah. Ia meningatkan anak mudah yang kekebalan tubuhnya lebih baik, berpotensi menjadi pembawa penyakit corona(karier), dan menularkan penyakit pada orangtua lanjut iusia (lansia).

“Iya kamu masih muda, sehat, kebal dengan virus itu. Tapi kamu mau menularkan kepada orangtuamu, nenek-kakekmu, orang-orang yang imunnya jelek, tolong DI RUMAH SAJA," katanya.

Kisah yang cukup menarik juga dialami wanita canti bernama Erie Marjoko. Meskipun berprofesi sebagai bidan dan tidak langsung berhadapan dengan pasien COVID-19, tapi ketulusan hati dan jiwa kemanusiaan Erie sangat patut diacungi jempol.

Pandemi virus corona COVID-19 yang kini menyerang Indonesia tak menyingkirkan niatnya untuk membantu para ibu hamil yang hendak melahirkan. Justru saat pandemi COVID-19 Bidan Erie kebanjiran banyak pekerjaan.

Melalui akun Instagramnya pribadinya @eriemarjoko, ia menceritakan kisah tentang pekerjaannya. Yaitu ada permintaan untuk proses persalinan yang datang bertubi-tubi. Uniknya Bidan Erie pun justru dengan senang hati menjalankan tugasnya.

“Hari ini saya sampai tiga kali mandi. Ini adalah prestasi banget untuk saya. Malam ini, saya sudah mandi sampai empat kali total. Dua persalinan sangat mudah hari ini. Alhamdulillah selesai persalinan, pulang, mandi, ganti baju begitu seterusnya,” ujar Bidan Erie.

Meskipun di tengah ketakutan dan kekhawatiran akan COVID-19, untungnya para ibu yang hendak bersalin ini mampu mempersiapkan kelahiran sejak awal. Alhasil pekerjaan Bidan Erie pun terbantu dengan proses bersalin yang lancar dan mudah.

“Hormon persalinan bersinergi dengan apik, lancarlah persalinan. Bahkan banyak yang tidak ada robekan perineum, nafas lembut dan tenang, happy dan nikmat. Lalu, pilihan ada padamu. Pilih yang terbaik untuk penyambutan malaikatmu, buah cintamu karena ini adalah tentang perjalananmu,” katanya.

(Abu Sahma Pane)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement