Smith menjelaskan, kalimat wasiat pasien COVID-19 tersebut merupakan fakta miris yang banyak dialami pasien lain. Mereka dihadapkan pada pembiayaan yang sangat malah dan beberapa di antara mereka tak mampu membayarnya.
"Itu adalah kata-kata terakhir yang tidak akan pernah saya lupakan," kata Smith kepada CNN.
Smith menyebut pengalaman ini sebagai hal terburuk yang ia alami selama menjadi dokter anestesi 12 tahun lamanya. Pasien kritis tetap memikirkan biaya perawatan dirinya, bukan tenang dan fokus ke kesembuhan dirinya.
"Aku sangat sedih dan jujur, sedikit ngeri. Ini menunjukkan bahwa kita memiliki kegagalan besar ketika kita harus khawatir tentang keuangan mereka ketika mereka sedang berhadapan dengan masalah yang jauh lebih besar yang berkaitan dengan hidup atau mati," lirih Smith.
Jadi, dapat dikatakan, pasien COVID-19 tidak hanya mendapat cobaan dari penyakit yang dia alami, tetapi mereka juga harus menghadapi masalah keuangan yang tak bisa mereka elakkan.