Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kerja 12 Jam Tanpa APD Lengkap, Perawat Muda Meninggal Dunia karena COVID-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Selasa, 07 April 2020 |14:03 WIB
Kerja 12 Jam Tanpa APD Lengkap, Perawat Muda Meninggal Dunia karena COVID-19
Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)
A
A
A

Seorang perawat berusia 23 tahun di Inggris meninggal dunia setelah merawat pasien COVID-19. Perawat tersebut bernama John Alagos dan menjadi tenaga medis termuda yang meninggal akibat pandemi ini.

Alagos meninggal dunia setelah ia pingsan usai bekerja shift selama 12 jam lamanya. Sang ibu Gina Gustilo mengatakan putranya mengalami sakit saat bekerja di Rumah Sakit Umum Watford.

Sebagaimana dilansir Chronicle Live, Selasa (7/4/2020), Alagos diduga tidak diizinkan kembali ke rumah karena kekurangan staf di lingkungannya. Hal ini disampaikan langsung ibunya yang berusia 50 tahun.

“Saya bertanya 'mengapa Anda tidak pulang?' Dia mengatakan telah meminta staf lain tetapi rumah sakit mengatakan mereka kekurangan staf dan mereka tidak membiarkan (Alagos) pergi,” terang Gustilo.

Gustilo mengatakan saat itu ia telah menyarankan putranya untuk mengonsumsi parasetamol. Nahas, hanya dalam hitungan beberapa menit kemudian, Alagos pingsan dan “membiru” di tempat tidurnya.

Kisah Perawat

Meskipun Gustilo segera menelepon 999, paramedis tidak dapat menyelamatkan nyawa anaknya. Rekan-rekan Alagos kemudian memberi tahu Gustilo bahwa dia tidak mengenakan pakaian pelindung (APD) yang memadai.

Padahal sebagai orang yang bekerja di garis depan pertempuran COVID-19, para tenaga medis wajib menggunakan APD supaya tidak terinfeksi virus.

“Mereka (Alagos) menggunakan APD, tetapi tidak sepenuhnya melindungi mulut. Mereka memakai masker biasa, ”tambahnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement