Kelelawar diketahui membawa berbagai patogen zoonosis. Mereka termasuk dalam kelompok mamalia terbesar kedua yang terdiri dari 19 keluarga dan 962 spesies di seluruh dunia.
Kelelawar mengandung lebih dari 130 varietas virus. Sebanyak 60 spesies dianggap sebagai zoonosis dan sangat berbahaya bagi manusia. Menurut penelitian, kelelawar dianggap sebagai tempat penyimpanan virus karena karakteristiknya yang luar biasa.
Faktor tersebut berasal dari makanan yang dipilihnya, struktur populasi, sifat soliter, migrasi musiman, dan kemampuan mereka dalam hal terbang. Selain itun rentang hidup, hibernasi, kerentanan virus, dan pola pergerakan harian juga menjadi faktor pendukung lainnya.
Kelelawar sangat terkait dengan wabah pandemi seperti Ebola, SARS dan Nipah. Ini disebabkan karena tingginya kontak antara kelelawar dan manusia. Karena daging kelelawar banyak digunakan dalam produk industri.
Alasan lainnya adalah kebiasaan sebagian spesies kelelawar yang hidup dalam koloni atau berkumpul bersama. Kebiasaan ini membuat penularan virus menjadi mudah di antara mereka. Kelelawar juga menularkan virus di lingkungan melalui kotoran, air liur atau urin yang mudah ditularkan ke manusia.