Selain itu apabila ada percikan dahak (droplet) yang mengenai pintu, kursi atau jendela dalam kendaraan dan tidak sengaja dipegang, maka akan sangat mungkin berisiko tertular. Yuri mengatakan hampir 70 persen penderita COVID-19 tanpa gejala atau disebut OTG.
Orang dengan status ini merasa tidak sakit, bahkan dengan persepsi minimal sakit yang berbeda. Pasalnya mereka sama sekali tidak memiliki gejala meskipun tubuhnya telah terinfeksi COVID-19.
“Ini yang bisa menjadi potensi sumber penyebaran baru di kampung. Apalagi jika tidak menjaga physical distancing. Apalagi kalau makan dalam satu meja kita batuk dan mencemari alat makan yang lain dan mereka menggunakannya bersama maka virus ini akan menyebar,” lanjut Yuri.
Pada kesempatan yang sama Yuri pun mengajak masyarakat untuk berpikir bagaimana caranya seseorang bisa menjaga kesehatan supaya tidak sakit. Usaha ini dilakukan untuk mencegah semakin banyaknya kasus positif COVID-19 di Indonesia.
“Mari berpikir kita menjaga orang lain supaya tidak sakit. Kalau kita merasa membawa penyakit, jaga jangan sampai menularkannya pada orang lain. Isolasi mandiri tujuannya adalah membatasi ruang gerak agar tidak menularkannya pada orang lain. Dan orang lain harus menyadari dan mendukung itu,” tuntasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.