Penggunaan mesin TB sebagai alat pengecekan COVID-19, tambah Yuri, diharapkan dapat memperpendek pemeriksaan spesimen pada RS yang merawat pasien terduga virus corona. Dalam arti lain, dari segi efsiensi waktu alat ini mampu mempercepat pemeriksaan menuju laboratorium yang telah ditentukan.
"Harapannya semakin cepat dilakukan pemeriksaan, karena pemriksaan PCR adalah antigen sehingga interpretasinya adalah pasti. Apakah pasien terbukti terinfeksi atau tidak. Ini bukan pemeriksaan antibodi yang dilakukan pada mekanisme rapid test," tegas Yuri.
"Basis semua itu adalah untuk memutus rantai penularan, ini menjadi dasar penting dan menentukan sukses tidak kita menanggulangi COVID-19," tandasnya.
Sekadar infomasi, Data terakhir yang dikeluarkan BNPB per hari ini, pukul 12.00 WIB, total sebanyak 1.677 kasus positif COVID-19, 103 pasien dinyatakan sembuh, dan 157 orang dilaporkan meninggal dunia.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.