Dikutip akun Instagram, @ganjarpranowo, berikut kenapa 14 hari di rumah saja bisa menghentikan virus corona dari dr Reisa Broto Asmoro :
1. Ketika seseorang kontak dengan apapun yang bisa menginfeksinya dengan COVID-19, maka seseorang tersebut harus menunggu selama 14 hari (minimal). Jika tidak terjadi apa-apa, maka orang tersebut aman.
2. Libur 14 hari untuk memotong rantai penularan, ini baru akan berhasil jika semua orang tetap tinggal di rumah masing-masing selama 14 hari itu, kenapa harus begitu?
Seorang anak mulai libur 16 Maret selama 14 hari, dia akan masuk sekolah lagi pada hari ke-15
Ternyata anak ini dan keluarganya menggunakan waktu libur untuk jalan-jalan, mengunjungi keramaian, sekumpulan orang, ke mal, serta tempat wisata lainnya.
Seandainya dia jalan-jalan di hari ke-10 dan tertular COVID-19 di tempat yang ia kunjungi, mungkin pada hari ke-14 atau ke-15 belum ada tanda-tanda sakit. Tetapi dia sudah membawa COVID-19 di tubuhnya dan berpotensi menularkannya ke orang lain.
Anda dia masuk sekolah pada hari ke-15 dan seterusnya...Maka 14 hari libur sekolahnya itu tidak ada gunanya. Karena penularan terjadi juga di sekolah. Efek domino akan berlangsung, rantai penularan tidak terputus.
3. Waktu 14 hari itu berguna untuk saling pantau. Jika ada orang yang menunjukkan gejala-gejala menderita serangan COVID-19 bisa segera ditangani dan penularan hanya stop pada dia. Karena dia tidak ada kontak dengan orang lain dalam 14 hari itu.
(Helmi Ade Saputra)