Seperti dilansir BBC, Kamis (19/3/2020), Wakil Presidan Asosiasi Pariwisata Phuket atau Phuket Tourism Association Sarayuth Mallam mengatakan, pemerintah harus membantu mereka.
"Kami tidak banyak menuntut. Tetapi jika mereka ingin kami tidak mem-PHK staf, mereka juga harus membantu kami memotong atau menunda pembayaran pajak, tunjangan sosial dan memberikan pinjaman lunak kepada pengusaha disini," terang Mallam.
Mallam juga meyakini Otoritas Pariwisata Thailand atau Tourism Authority of Thailand perlu mulai mempromosikan Phuket dengan agresif ke pasar di luar China, seperti Rusia, India, dan Australia.
Jika mereka dapat mengendalikan virus dalam tiga bulan maka mereka dapat bertahan dan kembali berdagang.
Tetapi tidak seorangpun mengetahui akan berapa lama krisis berlangsung, ataupun akan menjadi seberapa serius. Saat ini masih terdapat cukup banyak warga Eropa, Australia dan Rusia di berbagai pantai terkenal. Tetapi akan sampai kapan?
(Dyah Ratna Meta Novia)