BADAN Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) sebagai pandemi. Sayangnya deteksi dini, seperti tes COVID-19, nampaknya belum menjadi hal penting dalam pencegahan.

Kini WHO mengimbau agar semua negara harus siaga memerangi COVID-19 dengan berbagai cara. Tak terkecuali Indonesia, dengan jumlah pasien positif COVID-19 terus bertambah.
Pemerintah pun berupaya untuk memerangi COVID-19, dibantu dengan stakeholder lainnya. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa terhindari dari wabah COVID-19, khususnya di Tanah Air.
Dekan FKUI Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD, mengatakan, masyarakat harus bisa deteksi dini COVID-19. Salah satunya yakni melakukan tes COVID-19.
"Kami menyarankan agar semua laboratorium yang punya kemampuan, dibolehkan untuk melakukan tes COVID-19. Namun harus koordinasi dengan Litbang Kemenkes agar semua warga bisa mengakses tes COVID-19 ini,” kata Prof Ari, dilansir Okezone dari keterangan resminya, Minggu (15/3/2020).
Mengingat dengan risiko penyebaran wabah COVID-19 melalui dugaan local transmission. Khususnya di ruang publik, yang pasti tak disadari masyarakat.
Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Andre Rahadian, menambahkan, sosialisasi untuk mencegah COVID-19 sangat penting dilakukan. Masyarakat harus benar-benar bisa melakukan pencegahan kecil, terutama jika harus bertemu banyak orang selama beraktivitas.
“Tahapan pencegahan salah satunya bisa dengan sosialisasi agar melindungi warga yang sehat,” kata Andre.

Bukan hanya sosialisasi, kata Andre, pihaknya juga akan membantu koordinasi bidang lainnya. Misalnya saja siap menerjunkan tenaga medis.
"Begitu juga tahap pemulihan untuk menyembuhkan warga yang sakit," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.