Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bisakah Lotion Anti-Nyamuk Cegah DBD?

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Sabtu, 14 Maret 2020 |15:47 WIB
Bisakah <i>Lotion</i> Anti-Nyamuk Cegah DBD?
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

KASUS Deman Berdarah Dengue (DBD), yang melanda Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyebabkan 39 orang meninggal dunia. Wabah DBD datang bersamaan dengan menyebarnya virus korona COVID-19 ke Indonesia.

Seperti diketahui penyebab utama DBD disebabkan oleh infeksi virus dengue. Virus ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang hidup di wilayah tropis dan subtropis.

Alhasil beberapa masyarakat yang ketakutan, mencoba penyebaran DBD dengan menggunakan lotion anti nyamuk yang beredar di pasaran. Tapi apakah cara ini efektif untuk menangkal penyebaran DBD?

Merangkum Forbes, nyamuk tertarik dengan aroma beberapa bahan kimia yang dihasilkan manusia. Beberapa diantaranya adalah asam laktat dan 1-oktan-3-ol. Dua senyawa kulit itu dihasilkan oleh metabolisme dan keringat, serta karbon dioksida yang dikeluarkan manusia.

 Dari kedua spesies nyamuk itu jenis albopictus terlihat kurang tertarik pada tes ini.

Satu studi dari New Mexico State University menyebut bahwa akses terbuka di Journal of Insect Science menemukan perbedaan hasil antara Aedes albopictus dan A. aegypti. Dari kedua spesies nyamuk itu jenis albopictus terlihat kurang tertarik pada tes ini.

Tes dilakukan dengan pengusir nyamuk yang mengandung DEET yang diklaim sebagai penangkal serangga yang paling baik. Kandungan DEET pertama kali dikembangkan untuk melindungi para tentara yang bertugas.

Menurut Direktur Senior R&D, Kathy Cearnal, DEET memengaruhi reseptor-reseptor nyamuk, mencegah mereka mendeteksi manusia. Efek samping yang paling umum dari penggunaan DEET adalah ruam.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement