Kekeliruan fatal karena termakan berita hoax ini, seperti dijelaskan oleh juru bicara sekolah kedokteran di Khuzestan kepada media setempat, tak hanya membuat 27 orang di Iran meninggal. Tapi juga membuat ratusan orang lainnya harus menjalani perawatan di rumah sakit.
“Beberapa masyarakat menggunakan alkohol industri itu sebagai upaya pencegahan. Total lebih dari 200 orang telah dirawat di rumah sakit setelah meminum alkohol berbahaya tersebut. Beberapa orang dalam kondisi kritis, dan satu pasien telah menjadi buta,” ungkap sang juru bicara.
Sementara itu Iran sendiri, sekarang terkait virus korona COVID-19 telah menjadi negara yang paling terinfeksi di benua Timur Tengah. Tercatat per Senin 9 Maret 2020 kemarin sudah ada lebih dari 7000 kasus, dengan 237 orang pasien meninggal dunia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.