Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

COVID-19 Tak Berbahaya saat Menginfeksi Anak-Anak?

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Rabu, 11 Maret 2020 |15:03 WIB
COVID-19 Tak Berbahaya saat Menginfeksi Anak-Anak?
Antisipasi COVID-19 (Foto : Washingtonpost)
A
A
A

MERS telah membunuh 858 orang sejak 2012. Untuk mengetahui alasan dari fenomena ini, Menachery telah menggunakan tikus di laboratoriumnya di Texas SARS. Ia menggunakan virus SARS yang merupakan sepupu yang palig dekat dengan COVID-19.

Bayi tikus di labnya berhasil menyingkirkan infeksi, sedangkan tikus yang lebih tua dengan riwayat penyakit paru-paru mengalami kerusakan yang lebih parah akibat penyakit tersebut.

Antisipasi COVID-19

Menachery menemukan bahwa kematian tikus yang lebih tua sangat terkait dengan tidak hanya kelemahan dalam sistem kekebalan tubuh tetapi juga disregulasi. Kondisi ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh mereka bereaksi berlebihan terhadap virus SARS.

“Fenomena ini mirip dengan bagaimana manusia meninggal karena infeksi dari COVID-19, yang disebut SARS-CoV-2. Ini disebabkan karena respon agresif dari sistem kekebalan tubuh mereka yang merusak. Bahkan sifatntnya lebih dari infeksi itu sendiri," kata Menachery.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement