Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengawasan Berlapis Bandara Tak Jamin Bisa Deteksi Pasien Korona COVID-19

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 09 Maret 2020 |13:33 WIB
Pengawasan Berlapis Bandara Tak Jamin Bisa Deteksi Pasien Korona COVID-19
Ilustrasi. (Shutterstock)
A
A
A

Masa inkubasi ini maksudnya adalah orang yang terinfeksi COVID-19 bisa saja lolos karena dia masih belum menunjukan gejala serius. Alhasil, pasien bisa tak terdeteksi oleh dua alat tersebut. Pun melalui pengawasan berlapis.

"Banyak kasus positif COVID-19 tapi pasien gejala minim, seperti influenza like illness saja. Nah, mereka yang merasa itu adalah influenza, mereka akan mengakses obat di pasaran yang pada umumnya obat ini bisa menurunkan panas," tambah Yuri.

Ia menegaskan bahwa thermal scanner tidak memberikan jaminan 100 persen dapat melacak keberadaan pasien COVID-19. Meski begitu, ia berharap pendatang dari 4 negara terinfeksi mau kooperatif ketika mengalami gejala COVID-19.

"Berobat ke mana saja dan tunjukan HAC (Health Alert Card) yang diberikan di bandara. Dengan begitu, pasti fasilitas kesehatan yang melayani akan mengakses sistem peringatan dini," pungkasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement