Pengecekan sedini mungkin sangat diperlukan setiap orangtua agar sikap tersebut tidak dianggap wajar oleh si anak dan berakibat buruk di masa depannya.
Mei menyarankan agar orangtua saat mengasuh anak bukan hanya memberikan apa yang diinginkan si anak dan hanya sebatas mengasuh dengan memberikan makan atau kebutuhan dasarnya. Namun, orangtua harus memberikan pola pengasuhan yang memiliki kesadaran.
"Artinya, orangtua mengasuh dengan sadar bahwa ia harus hadir dalam tumbuh kembang anak. Saya yakin, anak yang memiliki masalah perilaku tidak serta merta sifatnya muncul tanpa ada rentetan peristiwa, trauma, atau kombinasi 2 faktor (luar dan dalam)," papar dia.

Faktor dalam dimaknai sebagai gen, kondisi otak, kromosom, dan lainnya. Sementara itu, faktor luar dimaknai sebagai lingkungan, salah satunya pola asuh orangtua.
Nah, karena orangtua tidak tahu faktor dari dalam kecuali dengan pemeriksaan seperti scan otak atau pemeriksaan neuro, maka yang harus diperhatikan orangtua adalah faktor luarnya.
"Ini termasuk bagaimana sifat si anak tersebut. Makanya, penting bagi orangtua mengenali karakter anak agar kemungkinan si anak menjadi pribadi yang kasar dapat diminimalisir," tambahnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.