Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wabah Korona COVID-19, Ratusan Turis China di Bali Tolak Pulang ke Negaranya

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Selasa, 03 Maret 2020 |10:30 WIB
Wabah Korona COVID-19, Ratusan Turis China di Bali Tolak Pulang ke Negaranya
Ilustrasi (Foto : Channelnewsasia)
A
A
A

Ratusan turis China yang berlibur di Bali berusaha untuk tidak pulang karena takut terinfeksi virus korona (COVID-2019) yang melanda Negeri Tirai Bambu. Indonesia juga menutup semua penerbangan dari dan menuju China pada Maret 2020 karena khawatir atas virus yang menyebar dengan cepat. Keputusan tersebut diprediksi bakal berimbas pada sebagian restoran, hotel, dan agen perjalanan yang ada di pulau dewata.

Seperti diketahui lebih dari 2.800 orang meninggal karena COVID-19 sejak menginfeksi China empat bulan lalu. Kondisi ini membuat para turis asal China enggan kembali ke negara asalnya. Petugas imigrasi di Bali mengatakan hampir seribu warganegara China telah mengajukan permohonan perpanjangan visa darurat.

"Saya seorang pengungsi luar negeri, China seperti penjara besar. Semua kota dikunci,” ujar Steve Li yang bekerja sebagai manajer salah satu perusahaan Eropa di China, sebagaimana dilansir Arabnews, Selasa (3/3/2020).

Turis China

(Foto : AFP)

Li mengaku tidak percaya dengan jaminan yang diberikan pemerintah Beijing bahwa negara tersebut dapat mengendalikan epidemi. Walaupun begitu Li berencana untuk kembali bekerja namun meninggalkan istri dan dua orang anaknya sambil menunggu kondisi kesehatan yang lebih aman di negaranya.

"Saya mengelola perusahaan sehingga tidak bisa meminta teman-teman saya untuk terus bekerja sementara saya bersembunyi di sini," tambah Li.

Bali menjadi salah satu daerah paling eksotis di Indonesia. Sekira satu juta wisatawan asal China pergi mengunjungi Pulau Dewata setiap tahunnya. China bahkan menjadi pendatang asing terbesar kedua setelah Australia. Kedatangan mereka telah menyuntikkan ratusan juta dolar untuk ekonomi lokal di Bali.

Ribuan orang China pergi ke Bali untuk merayakan liburan Tahun Baru Imlek pada bulan lalu, tepat ketika virus mulai menyebar. Akibat COVID-19 yang memakan cukup banyak korban jiwa, provinsi Hubei di China mengunci wilayah yang pertama kali terdeteksi infeksi.

Beijing telah menerbangkan sejumlah wisatawan mancanegara dari seluruh Asia pada bulan lalu. Di sisi lain penularan COVID-19 telah mendorong beberapa negara untuk menghalangi masuknya para pendatang menuju Negeri Tirai Bambu.

“Hanya beberapa lusin pelancong China di Bali yang menerima tawaran itu (kembali ke negara asalnya). Saya tidak terkejut. Mereka tidak ingin kembali," kata Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement