Reseptor itu, menurut Yuri, ada tempatnya masing-masing. Pada kasus pasien COVID-19 misalnya, reseptornya itu adalah saluran pernapasan.
"Jadi, enggak mungkin dia ada di telapak kaki," sambungnya.
Flu babi sendiri, terang Yuri, reseptornya ada di saluran pernapasan. Tapi, dapat ditegaskan sekali lagi, virus yang masuk ke dalam reseptor itu virusnya berbeda.
"Jenis virusnya berbeda, jadi, ya, enggak bisa COVID-19 malah menyebabkan flu babi," terangnya.