Di samping itu, mereka juga mulai mengkhawatirkan apakah akan mendapatkan izin dari keluarga di rumah, bila ingin kembali ke Wuhan untuk menyelesaikan studinya.
"Satu dua orang mulai mengkhawatirkan kalau sudah ketemu keluarga di rumah, kira-kira boleh tidak balik lagi ke Wuhan untuk kuliah? Kekhawatiran orangtua ini sudah mereka bayangkan," ungkap Yuri.
Untuk menghilangkan rasa khawatir itu, pemerintah mendatangkan psikolog. Mereka dapat berkeluh kesah kepada psikolog untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi para WNI.
"Inilah yang membuat kami mendatangkan tim psikologi untuk memberikan pendampingan. Inilah problelm dominan yang muncul di mereka," tutupnya.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.