Ia melanjutkan, meskipun hasilnya negatif, pemilik sampel tersebut masih harus dilakukan pemantauan terkait kondisi kesehatan sesuai protokol kesehatan. Terlebih jika ada gejala mirip virus korona mendadak muncul.
"Tim medis pun akan memberikan pelayanan kesehatan jika memang gejala yang muncul mirip dengan virus 2019-nCoV," sambungnya.
Sampai saat ini, kasus virus korona sudah mencapai angka 18 ribu secara global, dengan kasus baru sekitar 2.800 kasus per harinya. Fakta ini harus disikapi dengan bijak, bukan membuat masyarakat menjadi panik.
"Dengan begini, pemerintah akan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus korona ini," kata Anung.
Anung menyarankan, masyarakat tidak perlu panik dan diharapkan agar semua masyarakat semakin memperhatikan kondisi kesehatan tubuh dengan hidup sehat, menjaga kebersihan tubuh dan memastikan agar sistem imunitas tetap baik.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.