Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Hidup Guru Tari Jawa Martini Pernah Dibayar Rp50

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 03 Februari 2020 |18:55 WIB
Kisah Hidup Guru Tari Jawa Martini Pernah Dibayar Rp50
Penari Jawa Martini. (Foto: Baim/Okezone)
A
A
A

Setelah lulus, Martini memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Ia mengambil Akta 4 di Universitas Negeri Jakarta. Dengan tujuan agar bisa menjadi guru tari di sekolah dan berharap bisa jadi pegawai negeri.

"Tapi, ternyata jalanku nggak ke sana. Aku dikasih jalannya buat ngajar di sanggar-sanggar," ucapnya lantas tersenyum.

Kehidupan Martini di Jakarta seperti kebanyakan cerita perantau tak memiliki siapa-siapa. Tapi, dengan sedikit perbedaan, Martini di Jakarta bersama suaminya yang kala itu bekerja di suatu pabrik.

Hidup harus terus berjalan. Martini ingin memiliki karier di Jakarta, alhasil ia mulai berpetualang kembali. Ia datangi satu satu gelanggang yang ada di Jakarta. Hampir semuanya ia datangi untuk mencari teman.

Sampai akhirnya, perempuan berambut keriting ini berlabuh di salah satu sanggar di Bekasi Timur, Sanggar Tari Sunda dan Betawi Hasta Guriang namanya. Pemiliknya yang bernama Titin, perempuan Sunda, adalah teman pertama Martini di Jakarta.

Kemudian, sejalannya waktu ia mulai bertemu dengan guru tari lainnya dan orang kedua yang ia temui adalah Surya, yang juga orang Sunda.

"A'a Surya ini yang kemudian mengajarkan saya untuk bersikap disiplin gerakan. Jika nari itu harus membuat saya muntah-muntah demi kesempurnaan, ya, saya harus lakukan," ungkapnya.

Bicara mengenai murid pertama kali, Martini menyatakan kalau anaknya, Titin, yang menjadi murid pertamanya. Ia bahkan dipersilahkan untuk hidup di sanggar yang dikelola Titin.

Martini akan makan dan bantu-bantu di sanggar tersebut sebagai bentuk terima kasih. Ia juga mengajarkan Putri, nama anak Titin, tarian Jawa yang akhirnya teman-teman Putri bertambah. Itu berarti muridnya semakin banyak. Mulai dari sesuatu yang kecil, tapi berakhir manis.

"Saya saat itu bukan mau cari uang, tapi mau cari saudara, cari teman dan Alhamdulillah saya bertemu dengan Teh Titin dan A'a Surya. Mereka sosok luar biasa di hidup saya," kata Martini.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement