Wabah virus korona Wuhan (corona virus/nCov) terus meluas. Terlebih, banyak sekali video yang beredar di media sosial yang menjelaskan bagaimana kondisi China sekarang ini.
Hal tersebut tak bisa disangkal membuat beberapa orang khawatir, terlebih ketika ia tahu bahwa dirinya memiliki gejala virus korona Wuhan yang serupa dengan apa yang dijelaskan di media sosial. Padahal, menjadj hal yang harus diperhatikan adalah diagnosa tepat hanya bisa dilakukan oleh ahli medis.
Ketakutan masyarakat menjadi-jadi dengan dikeluarkannya data terbaru secara berkala terkait dengan jumlah orang yang terinfeksi bahkan mereka yang meninggal dunia akibat virus korona Wuhan. Semua informasi ini pun membuat publik bingung.
Kalau sudah begitu, data apa yang harus dipercaya? Harus konfirmasi ke siapa untuk mendapatkan informasi yang tepat?
Terkait dengan masalah ini, Kementerian Kesehatan pun mulai sore hari ini, Senin (27/1/2020), sudah membentuk pusat krisis kesehatan untuk mengakomodir informasi terkait virus korona Wuhan untuk masyarakat secara bebas.

Pusat krisis kesehatan ini diharapkan bisa menjadi wadah informasi yang tepat bagi masyarakat. "Selain itu, pusat krisis kesehatan juga dibentuk untuk menjawab seluruh rumor yang beredar di masyarakat terkait virus korona Wuhan," papar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI dr Anung Sugihantono, saat keterangan pers di Kantor Kemenkes Jakarta.
Terkait dengan siapa yang ada di balik Pusat Krisis Kesehatan, Anung menjelaskan bahwa tim itu akan dikendalikan oleh 2 tenaga teknis dari pusat krisis kesehatan dan mendapat bantuan dari Direktorat Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Kemenkes.
Nomor kontak yang dapat dihubungi ialah;
081212123119 atau (021) 5210411
Okezone sendiri coba menghubungi kontak yang tertera dan benar bahwa pusat krisis kesehatan ini sudah aktif mulai Senin sore ini (27/1/2020) dan berjalan 24 jam nonstop. Masyarakat dapat menanyakan hal apapun terkait dengan virus korona Wuhan dan tim dari P2P yang akan menjawab pertanyaan Anda.
Selain mengaktifkan pusat krisis kesehatan, Kemenkes pun telah mengaktifkan radio kesehatan yang akan mengudara kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk memberikan informasi seputar virus korona Wuhan.
(Helmi Ade Saputra)