WABAH virus korona Wuhan terus meluas di beberapa negara. Bahkan tercatat 18 orang meninggal dunia dan 586 orang terinfeksi virus nCov.
Wabah virus korona tak hanya menjangkit Kota Wuhan, China. Negara lain seperti Vietnam, Thailand, Jepang, Singapura, Taiwan, Hong Kong, Macau, Amerika Serikat, Inggris, hingga Arab Saudi terjangkit virus korona.
Oleh karenanya, kewaspadaan terhadap penyebaran virus korona ini harus ditingkatkan. Semua orang diharapkan untuk menjaga kebersihan tubuh dan jangan malas menggunakan masker.
Selain wabah virus korona, sejarah mencatat bahwa ada beberapa wabah mematikan yang pernah menghebohkan dunia. Wabah ini bahkan menelan korban hingga jutaan orang. Dilansir Okezone dari MPHOnline, berikut ulasannya khusus untuk Anda.
1. HIV/AIDS

Wabah ini pertama kali diidentifikasi di Republik Demokratik Kongo pada 1976. Wabah HIV/AIDS benar-benar membuktikan dirinya sebagai pandemi global, menewaskan lebih dari 36 juta orang sejak 1981. Saat ini sekira 31 juta hingga 35 juta orang yang hidup dengan HIV. Sebagian besar dari mereka berada di Afrika Sub-Sahara, yang mana 5 persen dari populasi terinfeksi atau sekira 21 juta orang.
Ketika kesadaran telah tumbuh, perawatan baru telah dikembangkan. Hal ini membuat HIV jauh lebih mudah dikelola. Banyak dari pasien yang terinfeksi, bisa tetap menjalani kehidupan yang produktif. Pada 2005 hingga 2012, kematian global tahunan akibat HIV/AIDS turun dari 2,2 juta menjadi 1,6 juta.
2. Pandemik flu
Pandemik flu kategori 2 atau yang disebut sebagai Flu Hong Kong ini terjadi pada 1968. Penyakit ini disebabkan oleh strain H3N2 dari virus Influenza A, suatu cabang genetik dari subtipe H2N2.
Dari kasus pertama yang dilaporkan pada 13 Juli 1968 di Hong Kong, hanya butuh 17 hari sebelum wabah virus dilaporkan di Singapura dan Vietnam. Dalam tiga bulan selanjutnya, penyakit tersebut juga menyebar ke Filipina, India, Australia, Eropa dan Amerika Serikat.
Sementara pandemi 1968 memiliki tingkat kematian yang relatif rendah yakni 0,5 persen. Kondisi ini masih mengakibatkan kematian lebih dari satu juta orang, termasuk 500.000 penduduk Hong Kong atau sekira 15 persen dari populasi saat itu.