Pasca kejadian tersebut, Giggs mengaku cenderung lebih grogi saat timnya tampil di layar kaca televisi, atau ketika cuaca sedang hujan. Bukan tanpa alasan, saat remaja hingga di usia 20 tahun-an, mantan rekan setim David Beckham itu memang meiliki rambut keriting yang panjang dan lebat.
Namun memasuki usia 30 tahun, ia terpaksa memotong pendek rambutnya secara bertahap. Hal ini dia lakukan untuk mengakalinya rambut yang sudah mulai rontok. Bahkan, mantan manajer Manchester United Sir Alex Ferguson menjuluki Giggs dan beberapa pemain MU dengan istilah “hairdryer treatment”. Istilah ini muncul setelah penampilan mereka yang sangat buruk.
“Sepak bola itu bisa membuat seseorang merasa tertekan dan stress. Anda akan merasa tekanan yang sangat besar bila tim mengalami kekalahan atau tidak bermain secara maksimal,” ungkap Giggs.
“Tidak hanya itu, Anda juga akan menjadi sorotan. Bila bermain buruk, bersiaplah mendapat kritikan. Karena itulah olahraga ini bisa membuat orang stres, dan stres menyebabkan rambut rontok,” tandasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)