KASUS virus Korona tengah marak saat ini, Kementerian Kesehatan RI pun mengimbau masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang hendak melancong ke luar negeri menjelang Hari Raya Imlek.
Pada 3 Januari lalu, Kemenkes melalui Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit sebetulnya telah mengeluarkan travel advice menyusul ditemukannya 136 kasus virus Korona di China. Namun hingga saat ini, belum ada urgensi yang menyatakan bahwa warga Indonesia dilarang untuk menyambangi negara tersebut.
Meskipun demikian, masyarakat diminta untuk melakukan beberapa tindakan preventif termasuk menggunakan masker demi mencegah penularan virus, khususnya saat berpergian menggunakan pesawat. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala KKP Kelas I Soekarno Hatta, Anas Ma'ruf.
"Beberapa virus itu bisa dicegah dengan menggunakan masker biasa atau masker bedah. Tetapi untuk virus seperti Korona, memang lebih bagus dengan masker N95. Sayangnya, masker ini membuat orang tidak nyaman karena censerung sesak saat digunakan," jelas Anas Ma'ruf, saat ditemui di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).

Lebih lanjut Anas menerangkan, meski efektifitas masker bedah tidak sebaik masker N95, penggunaan masker ini sangat dianjurkan bila warga hendak menyambangi kawasan yang masih masuk dalam kategori non pandemik, terutama bagi mereka yang didiagnosis terserang virus.
Tetapi, bila suatu wilayah kondisinya telah ditetapkan sebagai wilayah pandemik virus, setiap warga maupun pengunjung disarankan untuk menggunakan masker yang tepat.
"Dalam hal kewaspadaan ini, sebaiknya memang menggunakan masker, terutama bagi mereka yang berisiko terserang virus. Misalnya para pekerja di bandara yang berkaitan langsung dengan penumpang internasional," tambahnya.