Tanda kedua adalah bermain game menjadi prioritas utama di atas semua hal lain dalam kehidupan nyata. Contoh pada anak-anak, daripada belajar untuk ujian mereka malah begadang untuk menaikkan level permainan. Selain itu, kegiatan sehari-hari lainnya dan bahkan kebersihan pribadi cenderung diabaikan.

Tanda yang terakhir yakni terus terlibat dengan game meskipun ada konsekuensi negatif yang diterima, misalnya ditegur. Mereka yang kecanduan lebih memilih mengabaikan hal negatif yang didapatkannya. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan hubungan yang signifikan, kinerja akademik, dan kebersihan pribadi.