Jurnal berjudul 'Cardiovascular Effects of Switching From Tobacco Cigarettes to Electronic Cigarettes' telah menunjukkan dampak vaskular awal peralihan dari rokok tembakau ke rokok elektrik (vape) pada perokok kronis yang sejauh ini belum banyak diketahui.
"Dalam penelitian jurnal tersebut, para penulis melakukan percobaan prospektif, percobaan kontrol secara acak berdasarkan preferensi non-acak paralel. Penelitian menyasar pada perokok kurang-lebih 18 tahun dan merokok sekitar 15 batang per hari selama kurang-lebih 2 tahun dan terbukti bebas dari penyakit kardiovaskular," terangnya.
Andi berharap melalui kegiatan rontgen serentak, masyarakat juga mendapatkan edukasi untuk dapat mengetahui sisi baik dan sisi buruk penggunaan vape, sekaligus juga dapat mencegah penyalahgunaan vape di Indonesia.
"Kami bergerak melalui kegiatan-kegiatan seperti ini agar masyarakat lebih sadar akan kesehatan, karena seperti halnya sisi baik, juga ada sisi buruk penggunaannya, misalnya saja penyalahgunaan narkoba melalui media vape," pungkasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)