Sementara itu, Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) DPW Banten, Andi Noval yang juga hadir di acara ini mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan komunitas ini. Menurutnya hal ini membuktikan bahwa pengguna vape cukup peduli dengan apa yang mereka yakini.
"Rata-rata pengguna vape ini sudah menjadi pengguna dengan kisaran lebih dari 3 tahun, dan mereka merasakan hasil yang sesuai harapan, bahkan beberapa pengguna rajin melakukan medical check up dan menyimpan data tersebut sebagai bahan rekam jejak medis pribadi, yang mungkin suatu saat bisa menjadi salah satu dokumen pendukung," ungkapnya.
Bahkan menurut Andi, jika di beberapa negara sudah melakukan pelarangan, bukan berarti vape buruk bagi kesehatan. Hal demikian bisa dilihat dari beberapa negara maju.
"Terbukti di Inggris yang sudah melakukan penelitian, malah negara tersebut menganjurkan penggunanya untuk beralih ke vape dan ini dapat dilihat di pernyataan studi terbaru yang dirilis oleh Journal of The American College of Cardiology pada 15 November 2019 menunjukkan kebiasaan vaping pada pria dan wanita serta dampaknya untuk kardiovaskular," sambungnya.