Namun rasa sayang yang selama beberapa tahun dipupuk membuat pasangan tersebut tak gentar untuk menjalani LDR. Dya mengakui bahwa awal menjalani LDR dirinya sangat protektif terhadap pasangannya karena merasa khawatir dan rindu yang tak terbendung. Tapi lama-kelamaan perasaan tersebut mulai menghilang dan Dya pun mulai bisa menerima kenyataan jauh dari kekasihnya.
“Seminggu pertama LDR jadi kaya overprotektif begitu. Mungkin karena khawatir dan kangen juga, soalnya hampir setiap hari kan selalu ketemu sebelumnya. Tapi lama-lama sudah mulai terbiasa. Kalau kangen biasanya video call biar sama-sama bisa lihat kondisi masing-masing. Tapi kalau lagi sibuk biasanya cuma pakai WA (WhatsApp) saja,” lanjutnya.
Berbicara soal hubungan, Dya mengaku sering bertengkar dengan Dio. Namun karena sudah saling mengenal karakter satu sama lain, keduanya bisa mengatasi pertengkaran tersebut. Salah satu cara yang paling sering digunakan pasangan ini adalah cuek-cuekan satu sama lain hingga hubungan mereka membaik dengan sendirinya.
“Berantem sering, biasanya karena masalah-masalah sepele. Biasa kalau sudah berantem saya cuekin saja. Percuma juga ngomong panjang lebar kalau lagi emosi, yang ada masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Jadi cuekin saja sampai hilang marahnya, terus kangen dan jadi baik sendiri. Untungnya sampai sekarang pakai cara itu hubungan masih awet dan bisa bertahan,” timpalnya.