Bicara data pengguna vape, sebut Kirana, Kemenkes belum pernah melakukan risetnya. Namun sudah banyak lembaga, perguruan tinggi, serta organisasi profesi yang sudah melakukan riset terkait vape.
Kirana juga mengingatkan akan bahaya penggunaan vape yang sering diinformasikan. Laporan dari WHO, kasus yang banyak muncul yakni arahnya pada penyakit paru.

Belum lagi, tambah Kirana, dengan adanya dampak negatif lainnya yang cukup besar. Pada intinya, dari sektor kesehatan, dia mengajak masyarakat untuk tidak memulai menggunakan vape dengan alasan apapun.
"Dampak negatif kita tidak harapkan, jadi lebih baik mencegah. Karena kalau sudah terjadi, sama seperti rokok, pasti sulit berhenti," tuturnya.