Tidak begitu jelas sudah berapa lamanya, rekaman kemudian memperlihatkan si balita berbaju putih itu ditekan dadanya. Suara isak tangis pun terdengar di belakang kamera.
Di video berikutnya, si perekam memperlihatkan, upaya penyelamatan itu rupanya membuahkan hasil. Balita tersebut kemudian menangis sangat kencang. Ya, dia kembali hidup.
Seorang perempuan pun menghampiri tubuh si balita dan mengusap-usap wajahnya. Dia beberapa kali mencium wajah si balita. Mungkin, dia adalah ibu dari balita tersebut.
Orang yg tenggelam di air. Walaupun sudah tidak bergerak & bernafas. JANGAN dianggap sudah meninggal. Coba lakukan seperti dalam. Vidio ini, membawa nya berlari2 dg cara gendong terbalik selama 20 menit lalu pompa dada nya, agar jantung kembali berfungsi.(1/2) pic.twitter.com/94KDCLlafE
— Mbak Ana Khozanah (@ana_khoz) October 28, 2019
Video ini kemudian menjadi pembahasan netizen di media sosial. Beberapa di antaranya mempertanyakan tindakan yang dijelaskan si penyebar video, @ana_khoz, yaitu menggendong korban terbalik selama 20 menit.
"Digendong terbalik 20 menit akan sangat tidak berguna. Tnpa ada pengecekan nadi dan napas pula. Harus langsung RJP dan naikan kaki lebih tinggi dari jantung, itu baru benar. Atau langsung bawa ke rumah sakit. Ini jangan ditiru, ya, netizen. Kalau 20 menit dibegitukan tidak sadar, risiko gejala kerusakan otak besar," terang @musclecramphurt.
"Mati secara klinis adalah terjadinya henti napas lalu disertai henti jantung akibat kejadian tertentu pada seseorang, seperti kasus tenggelam, serangan jantung, kehilangan oksigen, dan sebagainya. Momen penyelamatan dengan resuistasi jantung paru atau RJP atau CPR bisa dilakukan," ungkap @xo_yudi.