Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perjalanan Karier Dokter Bernie Jadi Spesialis Anak, Pernah Dibayar Pakai Kerupuk

Tiara Putri , Jurnalis-Selasa, 29 Oktober 2019 |20:01 WIB
Perjalanan Karier Dokter Bernie Jadi Spesialis Anak, Pernah Dibayar Pakai Kerupuk
Dokter Bernie (Foto: Tiara Putri/Okezone)
A
A
A

Banyak anak-anak yang bercita-cita menjadi dokter sewaktu kecil. Namun hanya sedikit yang bisa mewujudkannya. Dokter Bernie Endyarnie Medise, SpA(K), MPH adalah salah satu yang beruntung meraih cita-citanya.

Kepada Okezone, dr Bernie mengungkapkan sejak kecil ia ingin menjadi dokter anak. Tekad itu terus ada dalam dirinya hingga ia mengambil kuliah jurusan kedokteran di Universitas Indonesia. Sempat dilanda keraguan saat menjalani pendidikan, namun tekad muncul kembali setelah menjalani program PTT atau pegawai tidak tetap.

“Setelah PTT semakin yakin untuk menjadi dokter anak,” ucap dr Bernie saat dihubungi melalui pesan singkat. Dirinya pun mengambil spesialisasi dokter anak di universitas yang sama. Setelah menjalani pendidikan selama kurang lebih 4 tahun, perempuan kelahiran Jakarta itu akhirnya berhasil meraih cita-citanya.

 Perempuan berdiri

Namun tentu dalam proses pendidikan tidak semuanya berjalan mulus. Dokter yang saat ini berpraktek di Poli Pediatri Kencana RSCM itu sempat menghadapi masalah dan hambatan terutama menyangkut keluarga. Selama menjalani spesialiasi dokter anak di saat yang bersamaan dirinya baru saja memiliki seorang bayi.

Ketika itu, dr Bernie harus membagi waktu antara menjaga anak dan piket malam. Belum lagi jadwal pelajaran yang diterimanya cukup padat dan masalah lain yang ikut datang menghampiri.

“Tapi semua dihadapi dan jalankan saja. Akhirnya ada jalan keluar yang baik,” imbuhnya.

Seusai menyelesaikan spesialisasi sebagai dokter anak, dr Bernie kemudian mengajukan permohonan beasiswa S2 ke University of Nabraska Medical Center di Omaha, Amerika Serikat. Di sana dirinya mengambil program Master of Public Health (Maternal and Child Health). Banyak pelajaran yang didapatkannya seperti pediatri sosial dan tumbuh kembang anak.

Hingga saat ini, dr Bernie sudah menekuni profesi dokter anak kurang lebih selama 12 tahun. Banyak suka duka yang telah dialaminya. Ia mengaku merasa senang saat melihat pasien yang ditangani sejak kecil bertumbuh hingga remaja.

“Senang melihat mereka tumbuh dan berkembang dengan baik. Tapi saya sedih juga kalau ada pasien yang meninggal. Selain itu karena saya bertugas di sub spesialis tumbuh kembang, kadang ikut empati jika ada pasien yang sampai dikeluarkan oleh sekolah karena dia ABK (anak berkebutuhan khusus),” ujar dr Bernie.

 Foto bersama

Di sisi lain, ada pengalaman yang masih berbekas di hatinya sampai saat ini. Pengalaman itu terjadi saat dirinya masih menjalani PTT di Cianjur. Ketika itu, tidak semua pasien bisa membayar biaya berobat dengan uang.

“Saya sering dibayar dengan susu murni, satu kaleng kerupuk, atau sepandan pisang. Saya tetap merasa senang karena artinya pasien tetap mencoba menghargai bantuan saya walaupun hanya mampu memberi dalam bentuk makanan dan minuman yang mereka punya,” ucap dr Bernie.

Menjadi dokter anak juga membuat dirinya banyak mendapatkan kesempatan sebagai pembicara di acara awam maupun profesi. Dr Bernie merasa senang karena bisa berbagai ilmu. Selain itu, ia pun sering mengikuti kongres di dalam dan luar negeri yang menambah wawasan.

Meskipun sudah menjadi dokter anak selama bertahun-tahun, masih ada harapan dr Bernie yang belum tercapai. Dirinya ingin mengembangkan klinik bersama teman-temannya yang baru berjalan tiga tahun. Dokter yang juga berpraktek di Klinik Tumbuh Kembang Brawijaya Kemang dan Klinik Tumbuh Kembang Lalita Bekasi itu ingin ikut meringankan beban kelompok yang berkebutuhan.

“Saya juga berharap ke depannya layanan kesehatan anak sampai usia 18 tahun bisa menjangkau ke seluruh pelosok di Indonesia,” pungkas dr Bernie.

(Utami Evi Riyani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement