“Dalam koleksi kali ini, saya mengambil judul Duichen dari bahasa Mandarin, yang berarti simetri,” kata Lala Hanafi kepada wartawan.
Menurutnya, keseimbangan simetris tidak selalu harus terlihat identik. Tetapi bisa terlihat seimbang ketika setiap segmen tata letak memeiliki jumlah dan konfigurasi yang kira-kira sama. Dengan begitu setiap look busana yang dihasilkan tetap terlihat lebih kasual, dinamis, dan tidak monoton.

Di runway JFW 2020, busana Lala Hanafit mengusung warna rustic seperti ivory, abu-abu, dan cokelat. Dia mempersatukan elemen tradisional Tionghoa dan modern. Sangat terlihat dari kain-kain batik Cirebon, katun, dan linen. Kombinasi itu diolah dengan teknik quilt dan bleaching. Hasilnya memukau!
“Pastinya sangat cocok dengan style casual chic yang diusung dalam Duichen,” kata Lala Hanafi.