Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita Dokter di Pedalaman Kalimantan: Apapun Penyakitnya, Pasien Cuma Mau Disuntik

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Minggu, 27 Oktober 2019 |07:00 WIB
Cerita Dokter di Pedalaman Kalimantan: Apapun Penyakitnya, Pasien Cuma Mau Disuntik
A
A
A

Ada yang menarik di pedalaman Kalimantan. Menurut cerita Dokter Aldorado atau yang kerap disapa dokter Aldo, masyarakat di sana percaya bahwa suntikan mampu memberi kesembuhan untuk segala macam penyakit.

Ya, fenomena itu benar terjadi dan dokter Aldo mengalaminya sendiri. Dia pun tak menyangka sebelumnya kalau anggapan semacam itu dipercayai banyak masyarakat di sana.

Kisah menarik pun dia alami dan beberapa di antaranya coba diceritakan ulang pada Okezone. Penasaran bagaimana cerita dokter Aldo?

Dokter Aldo datang ke salah satu desa di Kalimantan Barat pada awal 2013. Kedatangannya tersebut demi mendapatkan beasiswa untuk ambil spesialis. Dia menerangkan, saat datang ke sana, statusnya masih dokter umum.

info dokter

Kalimantan Barat ia pilih karena kondisi. Ya, awalnya dia mengaku ingin ke Papua, tapi saat itu di sana sedang terjadi konflik.

"Orangtua saya tidak mengizinkan karena terlalu khawatir. Yasudah saya nurut dan batal cari tempat di Papua," ungkapnya pada Okezone melalui sambungan telepon, baru-baru ini.

Selain Papua, dokter Aldo juga berencana untuk ambil di Ambon. Tapi, lagi-lagi, alasan keselamatan menjadi pertimbangan utama. Di Ambon kala itu sedang ternyata kerusuhan.

Ia melanjutkan, kepergiannya ke Kalimantan Barat itu sendirian pun dengan modal sendiri. Jadi, saat tiba di wilayah yang dituju, dokter Aldo langsung mendatangi Pemda kemudian diarahkan untuk penempatan kerjanya.

"Pas datang, nggak paham sama sekali dengan bahasanya. Ngenalin keluhan pasien pun akhirnya saya lihat dari bahasa tubuh pasien lalu saya cek buat memastikan. Sejauh ini sih belum ada yang protes karena nggak sembuh," ungkap dokter Aldo.

Nah, membahas kepercayaan masyarakat di pedalaman Kalimantan Barat, dokter Aldo menjelaskan kalau kebanyakan yang minta disuntik itu orang yang sudah agak tua. Menurutnya, kepercayaan itu sudah ada sejak zaman dulu; sakit sedikit, ya, disuntik.

Jadi untuk mengakalinya, dokter Aldo biasanya akan meminta si pasien untuk tengkurap, lalu ia tusuk pake jarum yang steril. "Jadi tidak memasukkan apa pun ke tubuh si pasien. Ya, hanya biar terasa jarum saja," katanya.

Tapi bukan hanya orang tua, anak muda juga kadang ada yang seperti itu, mungkin karena pengaruh lingkungan. Tapi bedanya, mereka minta tapi takut.

"Ada yang tatooan takut disuntik, sampe saya bilang; kamu tato berani, tapi jarum suntik takut. Tapi dia tetap enggan juga disuntik, paling bilang; tapi saya bisa sembuh enggak nih kalau nggak disuntik? Ya, saya bilang bisa lah," papar dokter Aldo.

Dokter Aldo sendiri sekarang sedang melanjutkan studi di Surabaya, ambil spesialis forensik. ia memilih spesialis itu karena menurutnya di Kalimantan Barat, dokter forensik baru satu orang sedangkan kebutuhan akan profesi itu cukup tinggi, sehingga peluang kerjanya terbuka sangat lebar.

Ilustrasi Dokter

(Foto : Ilustrasi)

Menurut dokter Aldo, polisi dan bayangkara juga membutuhkan banyak profesi ini, karena banyak mayat tak teridentifikasi. Selain itu, rumah sakit juga butuh. "Kalau ada yang tuntut malpraktik, ya, kita dipanggil untuk buktikan," ungkapnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement