Tidak hanya fanatik, wanita asal Surabaya tersebut menambahkan, sebagian besar pasien Indonesia yang datang bisa dibilang cukup keras kepala. Bahkan mereka seperti sudah memiliki daftar estimasi tindakan medis yang akan diterima dari para dokter.

(Foto : Ilustrasi)
“Selain itu, biasanya para pasien asal Indonesia suka memiliki patokan sendiri. Contohnya, misalnya dia ada benjolan di tangan seperti yang pernah dialami oleh anggota keluarganya. Nanti selanjutnya, mereka sudah punya daftar dugaan tindakan dokter, misalnya karena ibunya ditindak biopsi dia merasa harus biopsi juga. Padahal setiap orang itu kan kondisinya beda-beda, jadi tindakannya juga berbeda satu sama lain” pungkas Flora.
(Helmi Ade Saputra)