Menanggapi hal ini, aplikasi kencan seperti Tinder mengubah opsi profil mereka menjadi lebih inklusif dari transgender dan komunitas yang tidak mematuhi gender. Daripada hanya pria atau perempuan, gay atau straight, sekarang ada 37 deskripsi gender untuk dipilih di aplikasi, serta opsi untuk menulis dalam identitas gender Anda.
Fitur ini tidak hanya mengenali dan menerima pengguna trans, tetapi juga memberi mereka pilihan tentang cara mengungkapkan jenis kelamin mereka kepada calon mitra.
"Ketika berbicara dengan pengguna Tinder, saya mengetahui bahwa begitu banyak dari mereka yang gendernya belum familiar. Alhasil, mereka harus menjelaskan pada orang lain mengenai gendernya," kata sosiolog Jessica Carbino, PhD.

Pada akhirnya, orang hanya ingin merasa bahwa identitas gender mereka diakui. Gender dan seksualitas adalah komponen penting dari siapa kita, dan bagaimana menjalani hidup. Tetapi, menjadi catatan di sini, keduanya tidak sama, dan itu fakta penting untuk diingat.
Jadi, apa yang dikenakan seseorang tidak bisa kemudian didefinisikan sebagai orientasi seksual atau seksualitas mereka. Membahas gender itu sangat luas dan sekali lagi, Anda tak bisa menyatukan dua hal ini karena keduanya berbeda.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.