Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selain Obat, Zat NDMA dalam Ranitidin Ditemukan Juga pada Makanan

Dewi Kania , Jurnalis-Jum'at, 11 Oktober 2019 |17:30 WIB
Selain Obat, Zat NDMA dalam Ranitidin Ditemukan Juga pada Makanan
Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)
A
A
A

Kandungan zat aktif NDMA (N-Nitrosodimethylamine) bukan hanya terkandung di dalam obat ranitidin. Melainkan di lingkungan sekitar, NDMA juga ditemukan pada air atau makanan yang sering dikonsumsi.

Studi global mengungkapkan, bila NDMA seperti yang terkadung dalam ranitidin dikonsumsi lebih dari 96 nanogram per hari, diklaim bisa mengeluarkan zat karsinogenik. Otomatis risikonya memicu kanker dalam jangka panjang.

Dijelaskan Ketua Kajian Obat PB IDI dr Rika Yuliwulandari, zat aktif NDMA sebenarnya sangat wajar ditemukan lingkungan. Namun kadarnya masih masih bisa diterima oleh tubuh atau bersifat toxic.

obat dibuka

"NDMA itu kontaminan yang umum kita temukan di lingkungan. Misalnya ada di air, susu, ikan hingga daging. Namun lewat proses radiasi, maka kadar NDMA berkurang sampai 50 persen," tutur dr Rika ditemui di Gedung BPOM, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019).

Dia melanjutkan, setelah dilakukan pengujian, ranitidin ternyata mengandung NDMA lebih dari 96 nanogram. Jelas, tubuh manusia tidak dapat memberikan toleransi, karena jumlah kadarnya berlebihan.

"Nah di obat, kadar maksimum NDMA yang bisa ditolerir adalah 96 nanogram per hari. Kalau di bawah itu tidak masalah. Contohnya air minum dengan refresh osmosis, maka kadarnya berkurang 50 persen, dengan radiasi kadarnya bisa dikurangi jumlahnya,"

Dokter Rika menambahkan, ranitidin pada dasarnya menjadi obat yang aman dikonsumsi dan terbukti bagus. Namun karena ada cemaran NDMA, maka penggunaan serta distribusinya harus dihentikan.

minum obat sekali

NDMA pada ranitidin disebut juga sebagai probable agent causing cancer. Kemungkinan besar bisa sebabkan kanker dalam jangka panjang, terlebih jika diminum dengan dosis sangat tinggi.

Dokter Rika menyebutkan, dalam prosesnya sebenarnya ranitidin itu aman dikonsumsi. Bahkan di luar negeri, ranitidin dapat dibeli masyarakat secara bebas tanpa resep dokter. Sebab, di sana kecenderungan dosis ranitidin lebih rendah daripada di Indonesia.

obat di mana

"Kalau di Indonesia, beli ranitidin dengan resep dokter. Karena ketersediaan obat dosisnya lebih tinggi. Sementara sekarang ranitidin disuspend, karena bisa memicu kanker," pungkasnya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement