Masih menurut Uyi, biasanya orang yang datang ke Batu Kursi akan membawa sebuah sesajen yakni sate, serabi, serta sebatang rokok. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti sejak kapan Batu Kursi ada.
"Ini di sini terlihat ada sate, serabi sama rokok. Biasa memang orang-orang datang ke sini membawa itu, " tambahnya.
Proses ritual duduk di atas Batu Kursi

Salah seorang tokoh masyarakat bernama Edi menyampaikan, biasanya orang-orang yang datang ke Batu Kursi akan meminta izin kepada warga terlebih dahulu. Kemudian setelah mendapat izin, mereka akan melakukan tahlil (memanjatkan doa-doa).
"Mereka biasanya izin dulu. Setelah itu mereka tahlil di Batu Kursi," ujar Edi.
Selanjutnya, setelah melakukan tahlil, orang tersebut nantinya akan langsung duduk di atas Batu Kursi dengan meletakkan sesajen yang sudah dibawa. Namun Edi secara tegas mengatakan, apabila orang itu meminta kekayaan dan sebagainya, maka permintaannya tidak akan dikabulkan.
"Jadi intinya mencari barokah saja. Mereka hanya bisa meminta mendapatkan posisi sebagai pemimpin saja. Selain itu permintaannya tidak akan terwujud," ucap dia.