Nah, untuk mendapatkan experience yang disukai wisatawan milenial, menurut Amadeus, maskapai mesti melakukan tiga upaya berikut ini. Apa saja langkah kongkrit dalam mendapatkan loyalty generasi milenial?
1. Data untuk pelayanan personal yang optimal
Bicara mengenai maskapai udara, sebelumnya kita mengenal istilah 'one-size-fits-all'. Tapi, cara ini dinilai sudah kuno untuk menggaet pasar anak muda. Sangat disarankan untuk menawarkan layanan yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan pelanggan, agar mereka setia dengan 'brand' tersebut.

"Kita harus memahami pola pengeluaran dan perjalanan pelanggan, terutama para anggota program 'loyalty'. Bagaimana pun data yang dimiliki harus menjadi 'base' untuk mendapatkan kepuasan wisatawan muda yang kebutuhannya semakin spesifik," terang Tetaz.
Dia menambahkan, khusus untuk wisatawan bisnis, pelaku maskapai penerbangan mesti memprioritaskan mereka dan jadwal serta ketepatan waktu terbang jadi poin utamanya. Sementara itu, saat perjalanan pulang, wisatawan bisnis memprioritaskan singkatnya waktu tempuh, karena ingin segera sampai rumah.
Berita baiknya, wisatawan Indonesia cukup terbuka untuk membagikan data pribadi, asal mereka mendapatkan layanan pariwisata yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Menurut Riset Journey of Me yang diterbitkan Amadeus, empat dari lima orang Indonesia (79%) bersedia untuk memberikan data pribadi jika mereka mendapat reward dan tawaran spesial.